Materi

Materi Akuntansi Perpajakan dan Contoh Soal Pph 21

Dengan adanya akuntansi pajak, kita bisa memprediksikan besaran pajak yang harus dibayarkan. Jadi kita bisa mempersiapkannya lebih awal. Sehingga bila saatnya tiba waktu pembayaran maka kita tidak akan kesulitan dalam membayarkannya.

Adanya akuntansi pajak ini menjadikan perusahaan bisa menerapkan praktek akuntansi dengan baik atas permasalahan pajak, yang meliputi penilaian/perhitungan, pencatatan, pengakuan atas pajak, dan bisa juga menyajikan di dalamnya laporan baik dalam bentuk komersial maupun fiskal pada suatu perusahaan.

Penyusunan akuntansi pajak yang akhirnya digunakan sebagai arsip atau dokumentasi dimana setiap saat bisa dibuka dan dipelajari.  Dengan tujuan untuk membandingkan tahun-tahun yang selanjutnya, bila ada kemajuan dapat diteruskan dan dipertahankan lagi dan apabila ada kemunduran/kemrosoton dapat segera dikoreksi ulang dan dicari solusi yang tepat. Hal ini merupakan bentuk evaluasi dari akuntansi pajak.

Keberadaan akuntansi pajak ini ialah untuk memberikan kemudahan perhitungan yang riil bagi wajib pajak. Akuntansi pajak bisa berfungsi untuk menyadarkan wajib pajak guna menunaikan kewajiban membayar pajaknya dengan kesadaran sendiri.

 Contoh Soal perhitungan PPh 21 adalah sebagai berikut :

Sulaiman bekerja pada PT Pandawa Jaya dengan memperoleh gaji sebulan Rp. 15.000.000 dan Tunjangan Keluarga sebulan Rp. 5.000.000. Setiap bulannya Sulaiman membayar iuran koperasi pegawai sebesar Rp. 300.000, iuran pension kepada dana pension yang pendiriannya sudah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. 500.000. Sulaiman berstatus kawin dan mempunyai seorang anak. Menurut surat keterangan dari Camat setempat, kedua orang tua Sulaiman menjadi tanggungannya karena kedua orang tuanya tidak berpenghasilan. Semua iuran dipotongkan dari gaji karyawan yang bersangkutan oleh perusahaan.

 Pertanyaannya : Hitunglah PPh Pasal 21 atas pegawai tersebut.

 Jawaban:

Gaji Rp. 15.000.000,00

BACA JUGA:  Kursus Akuntansi Salatiga

Tunjangan keluarga Rp. 5.000.000,00

Gaji bruto Rp. 20.000.000,00

Pengurangan

Biaya jabatan : 5% x Rp. 20.000.000,00 = Rp. 1.000.000,00 (max. Rp. 500.000,00)

Iuran koperasi Rp. 300.000,00

Dana Pensiun Rp. 500.000,00

Total Pengurangan Rp. 1.300.000,00

Gaji Netto : Rp. 20.000.000 – Rp. 1.300.000,00 = Rp. 18.700.000,00

Netto per tahun : Rp. 18.700.000,00 x 12 = Rp. 224.400.000,00

PTKP (K/3) : Rp. 72.000.000,00

PKP : Rp. 224.400.000 – Rp. 72.000.000,00 = Rp. 152.400.000,00

PPh 21 : 5% x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 2.500.000,00

15% x Rp.102.400.000,00 = Rp. 15.360.000,00

PPh 21 pertahun Rp. 2.500.000,00 + 15.360.000,00 = Rp. 17.860.000,00

PPh 21 perbulan Rp. 17.860.000,00 : 12 = Rp. 1.488.000,00

 Bila anda ingin ahli menghitung akuntansi perpajakan, segera bergabung dengan kami di PRAKTISI Yogyakarta. Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik DISINI.