blogInformasiTeknologi

Lembaga Pelatihan Kerja Analis Akuntansi

Lembaga Pelatihan Kerja Analis Akuntansi – Tujuan keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan pada peranan sumberdaya manusia (SDM) karena SDM ini adalah pelaku sesungguhnya pembangunan. SDM yang berkualitas hanya bias dihasilkan lewat persiapan yang terstruktur, terencana dan sistematis, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, dan juga memperhitungkan langkah-langkahnya secara efektif. Terdapat banyak cara dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia antara lain dengan pendidikan, pelatihan kerja, pemagangan guna mendapatkan pengalaman di industri. Dalam pengelolaan lembaga pelatihan kerja ada 3 hal yang dapat diperhatikan untuk mengembangkan SDM agar mempunyai memiliki daya saing :

  1. Standar kompetensi kerja,
  2. Pendidikan dan Pelatihan berbasis kompetensi.
  3. Sertifikasi Kompetensi.

Training Pengelolaan Lembaga Pelatihan Kerja yang dilaksanakan oleh Training Center Praktisi di Jogjakarta  bertujuan agar peserta didik/training dapat mengembangkan kompetensinya untuk melaksanakan kegiatan pelatihan sesuai kompetensinya, memastikan bahwa pelaksanaan program pelatihan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, juga mengembangkan sistem sertifikasi yang mendorong kompetensi profesi untuk kegiatan pelaksanaan pelatihan sekaligus membantuk peserta didik dalam mendapatkan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Informasi mengenai training silahkan kontak Training Center Praktisi (Telp/WA : 0819 1552 9089).

Lembaga Pelatihan Kerja Analis Akuntansi – TRANING CENTER PRAKTISI merupakan lembaga pelatihan kerja yang menciptakan anak didik yang siap bekerja dan menghadapi persaingan dunia kerja. Analis akuntansi yang menjadi fokus Training Center Praktisi diharapkan mampu menjadi wadah dalam menggodok SDM untuk bersaing didunia kerja nasional maupun internasional. Analisis akuntansi adalah kegiatan yang dilakukan sebelum seorang yang akan melakukan analisis keuangan atas laporan keuangan perusahaan.

Dalam standar akuntansi, terdapat prinsip-prinsip yang menyebabkan laporan keuangan tidak mencerminkan realitas ekonomi yang ada. Akibatnya laporan keuangan tidak mencerminkan keadaan sesungguhnya. Sebagai contoh penggunaan prinsip historical cost dalam akuntansi menyebabkan aktiva dinilai berdasarkan nilai pada saat perolehan padahal nilainya saat ini sudah berubah.

BACA JUGA:  Kursus Akuntansi Tegal

Didalam akuntansi sendiri banyak menggunakan estimasi yang ditentukan oleh manajemen,  terkadang estimasi yang dilakukan tidak akurat yang menyebabkan angka dalam laporan keuangan menjadi salah atau tidak mencerminkan realitas ekonomi.